Rabu, 02 Juni 2010

“Peran Liga Arab dalam Penyelesaian Konflik perselisihan Israel-Palestina”

Lesly Agistania
Hubungan Internasional ‘09
Pengantar Diplomasi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

Konflik Israel palestina adalah konflik terpajang setelah perang salib diawali pada tahun 1979 hingga sekarang. Dalam sejarahnya, konflik di Timur Tengah berawal dari penolakan Arab terhadap gerakan zionisme dan pendirian negara Israel di wilayah yang diklaim Arab sebagai milik bangsa Palestina. Dalam perkembangannya, pengertian luas konflik Arab-Israel kemudian tereduksi menjadi sengketa mengenai wilayah-wilayah Arab yang dikuasai Israel pada perang Arab-Israel 1967, yaitu: Semenanjung Sinai, Jalur Gaza, Jerusalem Timur, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan. Penandatanganan perjanjian damai Mesir-Israel pada tanggal 26 Maret 1979 kemudian mengakhiri pen¬dudukan Israel atas Sinai. Saat ini, berdasarkan wilayah yang masih berada dalam pendudukan Israel sejak perang 1967, konflik Arab-Israel dipetakan menjadi tiga jalur utama, yaitu: jalur Palestina (Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur), jalur Suriah dan jalur Farms Lebanon (Shebaa, Ghajar Utara, dan Kafr Shuba Hills).

. Konflik Palestina-Israel memang merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Arab-Israel yang memerlukan penyelesaian, secara terpadu atau pun terpisah, pada setiap jalur yang ada. Meskipun demikian, berdasarkan pendekatan pada inti permasalahan (core problem approach), hampir semua pihak, baik di tingkat regional maupun internasional, meyakini bahwa masalah Palestina merupakan inti dan akar dari berbagai masalah yang ada di Timur Tengah. Penyelesaian konflik Palestina-Israel dipercaya akan memudahkan penyelesaian berbagai masalah lain di kawasan dan bahkan dipercaya akan membantu pula penyelesaian berbagai konflik lain di sekitar kawasan yang dipandang sebagai efek samping, secara langsung atau pun tidak, dari berlarut-larutnya penyelesaian masalah Palestina. Sejalan dengan Arab Peace Initiative (2002), Road Map (2003), dan kesepakatan Konferensi Annapolis (2007), solusi yang dipandang terbaik bagi konflik Palestina-Israel adalah pendirian dua negara (two-state solution) yang sama-sama berdaulat, me¬miliki batas-batas teritorial yang diakui internasional, namun tetap hidup berdampingan secara aman dan damai serta saling menguntungkan.


1.2. Rumusan Masalah
• Tuntutan Palestina dan Tututan Israel
• Presepsi Militan Hamas dan Militan Kahane-Kach
• Bagaimana Liga Arab Mengupayakan Prospek Perdamaian Israel – Palestina

BAB II
KERANGKA TEORI
2.1. Coercive Diplomacy ( Diplomasi Kekerasan ) : adalah jalur diplomasi yang diambil apabila jalur damai tidak mungkin dicapai lagi maka jalur penyelesaian yang diambil adalah konflik

2.2. Preventive Diplomacy (Diplomasi pencegahan) : sebelum terjadinya konflik yang beujunga perang maka seharusnya diambil langkah jalur diplomasi pencegahan agar tidak terjadi pecah perang yang mengakibatkan trauma perang,hancurnya sebuah infrastruktur negara.
2.3. Multi-Track Diplomacy : Jalur Diplomasi antara Pemerintahan ke Non Pemerintahan ( Hamas – Israel)

BAB III
PEMBAHASAN
3.1.Tuntutan Israel dan Tuntutan Palestina

Tuntutan Palestina
Palestina menuntut agar israel meninggalkan jalur gaza serta mengosongkan wilayah tepi barat sesuai sseperti sebelum perang 1967.mengembalikan 3,5 pengungsi Palestina dari pengasingan serta membebaskan sekitar 7.000 tahan palestina di penjara – penjara israel.
Dan juga palestina menuntut agar israel membongkar pagar pembatas yang tingginya 7 meter serta panjangnya 750 km yang baru dibangun untuk mengahalangi kaum militan masuk, pagar yang disebut arafat tembok berlin baru yang panjangnya dimulai dari kota jenin hingga ke selatan bersheba di jalur Gaza,Serta Israel harus menghentikan pengambilan sumber air dari Galilea, Tiberas dan dataran tinggi Golan.

Tuntutan Israel
Sedangkan Israel menghendaki agar kaum mulitan menghentikan serangannya dan perlucutan senjata hingga level zero untuk menjaga keamanan dan memepertahankan jerussalem
hentikan serangan kaum militan, perlucutan senjata pasukan keamanan hingga ke level zero cukup untuk menjaga keamanan internal (polisi) dan mempertahankan Yerusalem.

3.2.Militan Hamas vs Kahane-Kach
Terjadi perbedaan presepsi yang sangat bersebrangan antara kaum militant hamas Palestinadan kaum militant kahane-kach Israel
Kaum militant hamas palestina mengklaim bahwa menganggap Tepi Barat dan jalur Gaza tanah air, serta Yerusalem adalah Ibu Kotanya sedangkan Militan Kahane-Kach mengklaim bahwa Tanah Perjanjian (di utara Tepi Barat hingga ke selatan Berseheba), adalah milik/warisan sejarah yang harus dipertahankan.
Militan Hamas, Jihad Islami dan Brigade Al Aqsa tetap menolak perdamaian dan bahkan Negara Israel harus dienyahkan. Maka itu Israel tetap galak, arogan dan membunuh setiap tokoh militan. Yang mana yang paling benar? Militan Palestina yang menyerang dengan bom bunuh diri dan menewaskan orang-orang tak bersalah. Kekerasan mereka ini sebagai jawaban atas kekerasan tentara Israel. Atau Israel yang membalas dengan mengejar, menembaki atau menangkap semua tokoh militan mulai dari Abdul Azis Rantisi, Syeik Ahmad Yasin hingga puluhan aktivis lainnya?
Doktrin Israel hancurkan kaum militan, maka terorisme akan berakhir. Sementara kaum militan Palestina merasa Israel yang arogan dan penindas perlu diberi pelajaran dengan jihad dan intifadah.
Disini saya akan memaparkan tentang konflik yang terjadi pada tahun-tahun terakhit ini
Kronologi dan Anatomi Konflik Israel-Palestina
Tahun Pristiwa Deskripsi
1917 Deklarasi Balfour 2 November 1917 Inggris memenangkan Deklarasi Balfour yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina.
1922 Mandat Palestina
1936-1939 Revolusi Arab Pimpinan Amin al Husein yang menyebabkan tidak kurang 5000 warga Arab terbunuh
1947 Rencana pembagian wilayah oleh PBB 29 November 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui untuk mengakhiri Mandat Britania untuk Palestina dari tanggal 1 Agustus 1948 dengan pemecahan wilayah mandat
1948 Deklarasi Negara Israel Israel diproklamirkan pada tanggal 14 Mei 1948, sehari kemudian langsung diserang oleh tentara dari Libanon, Yordania, Mesir, Irak, dan negara Arab lainnya. Israel berhasil memenangkan peperangan dan merebut + 70% dari luas total wilayah mandat PBB Britania Raya.
1949 Perseteujuan gencatan senjata 3 April 1949, Israel dan Arab sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Israel mendapat kelebihan 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan rencana pemisahan PBB
1956 Perang Suez 29 Oktober 1965, Krisis Suez, sebuah serangan meliter terhadap Mesir dilakukan oleh Britania Raya, Perancis dan Israel.
1964 Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berdiri Mei 1964, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) resmi berdiri, tujuannya untuk menghancurkan Israel.
1967 Perang enam hari Dikenal dengan perang Arab-Israel 1967, merupakan peperangan antara Israel menghadapi gabungan tiga negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah, yang mendapatkan bantuan aktif dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang tersebut berlangsung selama 132 jam 30 menit.
Resolusi Khartoum Sebuah pertemuan 8 pemimpin negara Arab pada tanggal 1 September 1967 karena terjadinya perang enam hari. Resolusi ini berlanjut ke perang Yom Kippur tahun 1973.
1968 Palestina menuntut pembekuan Israel Perjanjian Nasional Palestina dibuat, dan secara resmi Palestina menuntut pembekuan Israel.
1970 War of Attrition Setelah perang enam hari (5-10 Juni 1967), terjadi insiden serius di Terusan Suez. Tembakan pertama dilepaskan 1 Juli 1967, ketika pasukan Mesir menyerang patroli Israel, dan ini merupakan awal dari perang War of Attrition.
1973 Perang Yom Kippur Dikenal juga dengan Perang Ramadhan pada tanggal 6-26 Oktober 1973 karena bertepatan dengan bulan ramadhan. Perang ini merupakan perang antara pasukan Israel melawan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah, terjadi pada hari raya Yom Kipur, hari raya yang paling besar dalam tradisi orang-orang Yahudi.
1978 Kesepakatan Camp David Ditandatangani pada tanggal 17 September 1978 di Gedung Putih yang diselenggarakan untuk perdamaian di Tmur Tengah. Jimmy Carter (Presiden Amerika Serikat) memimpin perundingan rahasia yang berlangsung selama 12 hari antara Presiden Mesir, Anwar Sadat, dan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin.
1982 Perang Libanon Perang antara Israel dan Libanon yang terjadi pada tanggal 6 Juni 1982 ketika angkatan bersenjata Israel menyerang Libanon Selatan.
1990-1991 Perang Teluk
1993 Kesepakatan damai antara Palestina dan Israel 13 September 1993, Israel dan PLO sepakat untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing. Pertemuan Yaser Arafat dan Israel Yitzhak Rabin berhasil melahirkan kesepakatan OSLO. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa memerintah di kedua wilayah. Arafat mengakui hak negara Israel untuk eksis secara aman dan damai.
1996 Kerusuhan teromongan al Aqsha Israel sengaja membuka terowongan Masjid al Aqsha untuk memikiat para turis dan membahayakan fondasi mesjid bersejarah, pertempuran berlangsung beberapa hari.
1997 Israel menarik pasukannya dari Hebron, Tepi Barat
1998 Perjanjian Wye River Oktober 1998, Perjanjian Wye River yang berisi penarikan Israel dan dilepaskannya tahanan politik dan kesediaan Palestina untuk menerapkan butir-butir perjanjian Oslo, termasuk soal penjualan senjata ilegal.
2000 KTT Camp David
2002 Israel membangun tembok pertahanan di tepi Barat diiringi rangkaian serangan bunuh diri Palestina
2004 Mahkamah Internasional menetapkan pembangunan batas pertahanan menyalahi hukum internasional dan Israel harus merobohkannya
2005 Mahmud Abbas terpilih menjadi Presiden 9 Januari 2005, Mahmud Abbas dari al Fatah terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina menggantikan Yaser Arafat yang wafat pada 11 November 2004
Juni 2005, pertemuan Mahmud Abbas dan Ariel Sharon di Yerusalem. Mahmud Abbas mengulur Jadwal Pemili karena mengkhawatirkan kemenangan diraih pihak Hammas
Agustus 2005, Israel hengkang dari pemukiman Gaza dan empat wilayah pemukiman di Tepi Barat
2006 Hamas memenangkan Pemilu Januari 2006, Hammas memenangkan kursi Dewan Legislatif, menyudahi dominasi fatah selama 40 tahun
2008 Januari-Juli, ketegangan meningkat di Gaza. Israel memutus suplai listrik dan gas, Hamas dituding tidak mampu mengendalikan kekerasan
November 2008, Hamas batal ikut serta dalam pertemuan univikasi Palestina yang dilaksanakan di Kairo, Mesir. Serangan roket kecil berjatuhan di wilayah Israel.
26 Desember 2008, Agresi Israel ke Jalur Gaza. Israel melancarkan Operasi Oferet Yetsuka, yang dilanjutkan dengan serangan udara ke pusat-pusat operasi Hamas.
(Didapat dari berbagai sumber)

Presepsi kedua militant inilah yang menyebabkan susahnya perdamaian terwujud antara Israel - Palestina ,kedua presepsi kaum miltan tersebut yang inkosisten terhadap perjanjian perjanjian damailah yang menyebabkan konflik terus berkobar sehingga damai hanya sebuah mimpi bagi masyarakat sipil Israel maupun Palestina.

3.3. Upaya Liga Arab mengupayakan jalur damai Israel - Palestina
Seperti yang kita tahu kurang gregetnya peran liga arab dalam mengupayakan damai Israel palestina, dan Liga Arab cenderung mengharapkan,Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus memainkan peran yang lebih besar lagi dalam usaha menyelesaikan konflik Palestina-Israel dan Amerika Serikat hendaknya tidak menjadi satu-satunya penengah. Selain itu, tanpa mengeritik langsung kebijakan AS di Timur Tengah, setiap penengah harus objektif,seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa.

"Hendaknya ada perubahan dalam arah proses perdamaian, dengan menjadi penengah yang memahami kebutuhan dua pihak, dan bukan satu pihak," katanya.
Ia juga mengatakan, peran PBB yang dipinggirkan pada satu tahap tertentu terkait dengan konflik Arab-Israel hendaknya dikembalikan.

Banyak peran yang masih di lakukan. Sampai saat ini, Liga Arab masih berperan dalam membantu penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Tidak hanya itu, Liga Arab juga telah memainkan peran dalam meningkatkan konsolidasi dan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya di antara negara-negara Arab. Salah satu peran yang bisa dilihat adalah keputusan Liga Arab dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Beirut, Maret 2002. (KTT Liga Arab di Beirut memutuskan mendukung perjuangan rakyat Palestina).

PBB merupakan bagian dari kuartet penengah bersama Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia, tetapi AS telah mengambil peran menonjol dalam proses perdamaian itu.padahal Liga Arab mempunyai andil yang sangat besar dalam menyikapi konflik yang terjadi di wilayah regionalnya.



BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Pentingnya peran Liga Arab sebagai penyelesai konflik Israel Palestina , sebagai organisasi regional Liga Arab mempunyai andil besar untuk mengusung damai,apa lagi jika diprakarsai mesir sebagai negara yang langsung berbatasan dengan gaza.
Perdamaian bisa dicapai apabila memang adanya I’tikad dari kedua pihak yang berkonflik benar-benar ingin menyelesaikannya,masalah presepsilah yang menyebabkan Israel dan palestina jauh dari prospek damai.
Damai bukannlah hanya sebuah wacana apabila adanya adanya keterbukaan dimana dibuat forum khusus yang benar-benar ingin mencapai kadamaian serta tentram dalam bermasyarakat walaupun masalah histori sangat mempengaruhi akar pemikiran masyakakat israel maupun palestina,akan tetapi sterotype sebuah pemikiran bukan hal mutlak tapi masih diubah.

Selain I’tikad dari kedua negara sangat penting peta jalur damai Israel – Palestina bisa terwujud apabila israel berhenti membombardir , membunuh, menghancurkan serta menghentikan agresi ke Palestina.
Ada benarnya bahwa jika ingin adanya perdamaian maka harus dibentuklah dua negara yang berdaulat serta batas negara yang jelas antara Israel Palestina agar terbentuk dua negara yang saling berdampingan dan juga hidup dalam damai seperti yang diimpikan slalu oleh warga sipil israel palestina.
Penderitaan masyarakat sipil Palestina yang mengungsi mengalami trauma serta cacat akibat perang akibat perang Banyaknya menuai simpati dari negara-negara sehinga banyaknya dan yang mengalir ke palestina diharapkan kedepannya bisa membangun kembali infrastuktur di Palestina yang hancur akibat bom serta agresi Israel.






DAFTAR PUSTAKA
Trias Kuncahyono,Jalur gaza,Intifada, dan Pembersihan etnis,2005.
http://abukhonsa.multiply.com/journal/item/14
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78075:liga-arab-inginkan-pbb-perannya-lebih-besar-lagi&catid=16:internasional&Itemid=29
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=DgZeCAEMClMM
http://muhsinlabib.wordpress.com/2008/05/15/menyelesaikan-konflik-palestina/
Penjelajahan Dimensi Politik dan Teologis EkoMarhaendy.htm

1 komentar:

  1. Kurang dari 2000 kata? Makalah ini sangat tidak fokus. Apakah relevansi rumusan masalah 1&2 dengan pentinganya membahas peran liga Arab? Kamu ingin membahas konflik Israel-Palestina atau peran Liga Arab? Apa yang disebut peran? Bagaimana peran terkait dengan upaya diplomasi?

    BalasHapus